™ Mengingat Lagi Mimpi Soekarno Sulap Palangkaraya jadi Ibukota

Jannet 22.29
Mengingat Lagi Mimpi Soekarno Sulap Palangkaraya jadi Ibukota

Jawa kembali jadi sentral semua aspek kehidupan. presiden selanjutnya Soeharto tak ingin melanjutkan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan. Soekarno dilengserkan, Puncaknya pasca 1965, mimpi Soekarno menyulap Palangkaraya sebagai ibukota Indonesia kandas seiring dengan terpuruknya perekonomian Indonesia di awal 1960-an. Namun,

Wijanarka mencatat Soekarno sudah menceritakan idenya tersebut kepada beberapa orang insinyur asal Rusia yang lantas membangun jalan raya di lahan gambut. Untuk mewujudkan pemindahan ibukota ke Palangkaraya,

hendaknya diperuntukkan bagi taman sehingga pada malam yang terlihat hanyalah kerlap-kerlip lampu indah pada saat orang melewati sungai tersebut," kata Soekarno. Lahan di sepanjang tepi sungai tersebut, "Janganlah membangun bangunan di sepanjang tepi Sungai Kahayan.

seperti di negara-negara lain. Ayah dari Megawati Soekarnoputri dari dulu sudah memiliki visi memadukan konsep transportasi sungai dan jalan raya, seperti halnya Ciliwung yang membelah Jakarta. Palangkaraya juga memiliki potensi sungai Kahayan,

Bukan peninggalan penjajah,” catat Wijanarka. Soekarno ingin membangun ibukota dengan konsepnya sendiri. pembangunan di Jakarta dan Jawa adalah konsep peninggalan Belanda. Selain itu, menghilangkan sentralistik Jawa. “Kedua,

Beberapa pertimbangan Soekarno menjadikan Palangkaraya sebagai pusat pemerintahan tidak lepas dari fakta bahwa Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Soekarno bisa menilai kuatnya potensi kota tersebut sebagai pusat pemerintahan di masa mendatang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Jakarta. Dalam dua kali kunjungannya ke salah satu kota di Provinsi Kalimantan Tengah tersebut,

dikutip dari buku tersebut. “Jadikanlah Kota Palangkaraya sebagai modal dan model,” ujar pria yang lebih populer disapa Bung Karno saat pertama kali menancapkan tonggak pembangunan Palangkaraya pada 17 Juli 1957,

Wacana tersebut dituangkan Wijanarka dalam buku berjudul 'Soekarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya' yang menyaksikan langsung dua kali kunjungan Soekarno ke Palangkaraya pada medio 1950-an.

Hal tersebut yang membuat presiden pertama Indonesia tersebut memunculkan wacana menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota Indonesia menggantikan peran Jakarta.

Mantan Presiden Soekarno sudah meramalkan pertumbuhan ekonomi dan populasi di Provinsi Jakarta dan Pulau Jawa tidak akan terkendali sejak 1957 silam.


Source: CNN Indonesia

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.