Jadi nggak sabar baca buku terbarunya di bulan Oktober nanti. Asyik ya ternyata kalo bisa nyuarain pikiran kita secara bijak lewat sosial media kayak Rupi Kaur?
keesokan harinya Instagram mulihin foto Rupi Kaur dan bilang kalo penghapusannya adalah suatu kesalahan. Akhirnya,
thank you.” Kata Rupi Kaur di post-ingan instagramnya. and treated less than human. pornified. when your pages are filled with countless photos/accounts where women (so many who are underage) are objectified. i will not apologize for not feeding the ego and pride of misogynist society that will have my body in an underwear but not be okay with a small leak. and because it does not break those guidelines i will repost it again. nor is it spam. it is not attacking a certain group. the photo is mine. the girl is fully clothed. you deleted a photo of a woman who is fully covered and menstruating stating that it goes against community guidelines when your guidelines outline that it is nothing but acceptable. “Thank you @instagram for providing me with the exact response my work was created to critique.
Di dalemnya juga dia berpakaian lengkap dan nggak ada pihak lain yang terintimidasi. akhirnya Rupi Kaur nyuarain lagi ketidaksetujuannya pada Instagram karena foto ini merupakan salah satu karya dia yang punya suatu tujuan. Tapi, postingan-nya ini sempet ditentang sama pihak Instagram gara-gara dianggap nggak sesuai sama pedoman komunitas mereka. Emang sih,
Tujuannya buat nyadarin orang-orang yang nganggep mestruasi sebagai hal kotor dan malah lebih milih hal-hal berbau pornografi yang jelas-jelas nggak baik. Tema foto itu emang ngejelasin tentang cewek yang lagi period. dan blog lagi berbaring di ranjang membelakangi kamera dengan darah menembus bagian celananya. Instagram, dia sempet nge-post foto dirinya di Facebook, Kayak di tahun 2015, Tentu aja karena pemikiran dan keberaniannya dalam nyuarain sesuatu. sebenernya apa sih yang bikin orang-orang suka sama karyanya itu? Lalu,
Sekarang dia malah jadi seorang penulis yang juga dikenal sebagai Instapoet –seseorang yang dikenal dan diikutin banyak followers karena tulisannya di Instagram. Siapa sangka? I was posting stuff online just because it made me feel relieved – as a way of getting things off my chest.” Katanya dilansir dari theguardian.com. it wasn’t even in my vision. “I wasn’t trying to write a book, Awalnya dia cuma suka ngeekspresiin pemikirannya lewat sosial media kayak Instagram dan Tumblr. Rupi Kaur nggak pernah ngimpi buat jadi seorang penulis buku. Sebenernya,
Keren banget ya! buku ini juga sampe diterjemahin sampe 30 bahasa yang berbeda. Laku dan mendunia banget, "Milk and Honey" sampe dapet gelar #1 New York Times Bestseller dengan sebanyak 1.5 million copies. Gara-gara laku keras, Kebukti dari laku kerasnya buku pertama Kaur di tahun 2014 dengan judul ‘Milk and Honey’. Gimana nggak excited? Karya Kaur ini emang bagus banget.
2017 pada 8:44 PDT Sebuah kiriman dibagikan oleh rupi kaur (@rupikaur_) pada Jul 11,
preorder: rupikaur.com i have waited so long to give you this ????
keliatan kalo mereka excited banget sama karya keduanya Kaur ini. Dari komentar-komentarnya, di Instagramnya sendiri Rupi Kaur udah ngumumin kalo tanggal 3 Oktober 2017 nanti buku keduanya dengan judulThe Sun and Her Flowers bakal dirilis secara world wide! Pengumumannya ini juga akhirnya ngundang banyak banget komentar-komentar positif dari pembaca-pembaca bukunya. Persis kemaren,
* puisi dan prosanya itu ngandung nilai-nilai kehidupan banget. selain bagus, Soalnya, bagi penggemar puisi dan prosa mesti banget nih baca karya-karyanya. Nah, Dia adalah seorang penulis yang nitik beratin isinya dengan puisi dan prosa. Yup! *Siapa nggak tau Rupi Kaur?
Source: Gogirlmagz.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.