(tirto.id - dan/zen)
Lyft dengan cerdas menunjukkan dukungan bahwa imigran boleh datang di Amerika dan menarik hati pelanggan Uber yang melakukan boikot. Saat Uber mencari keuntungan dengan menurunkan tarif, Hal ini dilakukan terkait protes terhadap pelarangan imiran tujuh negara mayoritas muslim yang dilakukan Trump. yang berjanji akan menyumbang satu juta dolar untuk American Civil Liberties Union. kompetitor Uber di Amerika, Ini dilakukan oleh Lyft, Akun media sosial brand juga bisa digunakan untuk sikap politik dalam krisis.
Kalo ada komplen masuk atau respon yang menyudutkan tetep jawab dengan jawaban netral dan jangan kepancing,” katanya. ya kasih konten baru yang ngasih permohonan maaf gitu. ”Mungkin kalo konten yang sebelumnya terlalu sensitif atau emang jadi pemicu,
seorang admin harus patuh pada petunjuk brand tersebut. Tyas menganggap bahwa jika terjadi krisis, atau melakukan kesalahan lainnya. salah mention, Seperti saat salah twit, mereka mesti sigap mengatasi krisis itu. Saat terjadi krisis di mana akun pengelola media sosial terjebak krisis,
Amit amit,” kata Tyas. “Yang haram: lupa switch account di device terus update status sendiri di akun brand.
atau bahkan dirisak dengan sindiran. Apabila ini terjadi akun media sosial tersebut akan menjadi bulan-bulanan komentar kasar, misalnya pengelola akun Gita Wirjawan yang sempat hendak membeli tiket DWP (Djakarta Warehouse Project) atau ketika akun twitter Kompas yang mencuitkan kata “Hadeh”. Ini pernah terjadi di Indonesia, Mimpi buruk dari admin media sosial yang mengelola brand adalah tertukarnya akun pribadi dengan akun pekerjaan.
Enggak boleh lupa ngepost konten,” katanya. Enggak boleh lengah. Harus sabar. “Ngga boleh emosi.
Selain itu sebagai admin mereka juga mesti bisa mengelola emosi. batasan interaksi mesti sesuai dengan konten media sosial yang ada atau memang membahas produk yang sedang dipromosikan. Misalnya tidak merespon cuitan di luar waktu yang ditentukan, Tyas mengaku ada batasan jelas yang diberikan oleh brand untuk dijaga. Dari pengalaman mengelola Twitter brand,
“Kan hampir tiap saat mantenginnya jadi harusnya menguasai audiencenya kayak apa dan interaksi yang mereka kasih macem apa,” katanya.
Seorang admin harus menguasai tipe audience dari brand yang ia kelola. Selain itu mereka bertugas untuk menjadwalkan konten dari brand tersebut. Ia mengatakan pada dasarnya tugas seorang admin berjaga dan selalu siap merespon komentar yang masuk sesuai dengan gaya yang ingin diperlihatkan oleh brand itu sendiri. Veronica Tyas adalah seorang pengelola brand dari sebuah agensi di Jakarta.
Itu belum impresi per-twit yang didapat masing-masing akun. @ditjenpajakri juga naik sekitar 300an dalam sehari. @kring_pajak naik sekitar 200an follower sehari, Follower mereka bertambah secara signifikan.
Tapi slenge'an itu malah membuat atensi yang tinggi,” katanya. Kemarin sempat ada beberapa follower yang memang mengkritik gaya bahasa yang kesannya slenge'an. “Respons dari follower hingga saat ini masih positif. menurut Farchan sudah sesuai dengan arahan pimpinan. Saat Ditjen Pajak dan Kring Pajak melakukan interaksi santai di Twitter,
tapi perkembangan impresinya tidak terlalu baik,” kata Farchan. pendekatan yang agak kaku sudah pernah kami coba, Dulu, kami bisa mempromosikan program Amnesti Pajak juga SPT Tahunan yang batas waktu berakhirnya bentar lagi. Atensi masyarakat sudah meninggi, sepertinya berhasil. sih, “Dan saat ini,
akan digunakan terus. kalau berhasil, Percobaan ini, masih tidak ideal. bagaimanapun juga, soalnya citra pajak di masyarakat, Tapi ini masih percobaan, Pembuatan akun Ditjen pajak adalah agar masyarakat lebih paham soal pajak dan peruntukkannya. Mereka berharap dengan banyaknya respon akan memudahkan Ditjen Pajak menyampaikan edukasi dan informasi perpajakan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan santai ini merupakan uji coba.
Akun @ditjenpajakri ngetweet informasi dan edukasi sedangkan akun @kring_pajak khusus membalas pengaduan dan pertanyaan yang bersifat teknis,” jelasnya. pembagian tugas kami jelas. Jadinya, Mereka yang mengelola call center itu. “KLIP ini customer care-nya Ditjen Pajak.
kedua adalah @kring_pajak yang dikelola Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan (KLIP). Pertama adalah @ditjenpajakri yang dikelola Direktorat P2 Humas, Farchan menyebutkan Ditjen Pajak Republik Indonesia memiliki dua akun.
kami bikin itu desain-desain yang membuat nyaman di mata dan sesuai dengan corporate branding juga,” katanya. Ya sudah, dengan warna-warna menarik. visual, mereka lebih suka konten audiovisual, Seperti, Inilah yang kemudian kami urai. diusahakan sesuai dengan selera mereka. pada akhirnya, Semua konten yang kami produksi, “Mereka inilah sasaran kami.
Ia memilih menggunakan pendekatan santai karena riset menunjukan bahwa pengguna media sosial didominasi netizen yang berusia 15-34 tahun. Farchan Noor Rachman adalah satu dari dua admin di balik Ditjen Pajak.
misalnya akun TNI AU. Fenomena akun Twitter resmi yang mewakili pemerintah atau brand yang ramah dan merespon santai, Sementara akun Ditjen Pajak bercanda tentang pajak jadian. Kring pajak berinteraksi dengan pengikut selayaknya teman. Mereka berbincang seperti dua orang karib yang saling bicara akrab. Selasa 7 Februari lalu dua akun resmi pajak @ditjenpajakRI dan @kring_pajak melakukan interasi menarik.
hal ini dilakukan agar pelanggan baru tidak menganggap MAC Cosmetics sepaham terhadap komentar rasis dengan mendiamkan mereka. Mereka juga menghapus komen rasis dan kejam sebagai tindakan preventif, dan ras. karena membalas komentar jahat dengan menjelaskan bahwa akun resmi MAC Cosmetics diperuntukkan bagi semua umur, Respon mereka dianggap brilian, mereka mendapatkan komentar rasis ketika menampilkan model perempuan berkulit hitam ketika memperkenalkan produk mereka. Misalnya yang terjadi dari MAC Cosmetics,
dan ancaman. sikap rasis, Beberapa kasus melibatkan ujaran kebencian, Mereka juga diminta merespon setiap komentar negatif. Di luar negeri banyak admin media sosial yang melakukan respon langsung terhadap keluhan dan cuitan terkait produk. tergantung bagaimana kebijakan perusahaan terhadap pelanggan mereka. Relasi akun brand dan pengikut memang bisa sangat rumit,
Apa yang dilakukan akun twitter Wendy’s dianggap merupakan contoh pengelolaan media sosial yang sangat efektif. perusahaan Wendy’s menangani momen Pepe ini dengan baik. Namun, akun Wendy’s pernah membuat meme bergambar tokoh kodok bernama Pepe yang selama ini diasosiasikan sebagai lambang rasisme. Tapi ini bukan tanpa kritik, atau produk makanan yang tidak segar. makanan yang basi, Misalkan tentang pelayanan gerai Wendy’s yang tidak ramah, admin Wendy’s juga melayani setiap keluhan. Tapi tidak hanya sekedar merisak atau bercanda,
Beberapa pengikut menganggap bahwa sindiran atau jawaban sarkas dari Wendy’s sebagai interaksi yang menyenangkan. Pengikut mereka bertambah dan orang-orang saling berebut untukmendapatkan balasan dari admin Wendy’s. apa yang dilakukan admin Wendy’s malah menuai pujian. Bukannya dirisak atau dikritisi oleh netizen, Twit ini lantas berujung pada reaksi sarkas dari admin Twitter Wendy’s. tidak dibekukan dalam artian diawetkan. Wendy’s menyebut daging burger mereka segar, Dalam kicauannya, Seorang pengikut mengkritik twit Wendy’s yang dianggap tidak akurat.
dan yang lain dengan interaksi yang cukup keras. beberapa gambar yang kasar, Beberapa pertanyaan dari pengikut akun Twitter Wendy's dijawab dengan sarkasme, dan menjawab dengan ketus pertanyaan pengikutnya. merisak, tirto.id - Akun Twitter resmi makanan cepat saji Wendy's menjdi perhatian dunia ketika menghina,
Source: tirto.id
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.