™ 4 Cucu dan 6 Cicit Manusia Tertua di Yogya Punya Anak 2,

Jannet 07.29
Manusia Tertua di Yogya Punya Anak 2, 4 Cucu dan 6 Cicit
Meskipun dirinya mengizinkan hubungan pernikahan suaminya dengan perempuan lain. Tetapi perceraian ini ditolak oleh Mbah Suparni. Karto pernah meminta Mbah Suparni untuk cerai. Saat akan menikah lagi,

Mbah Suparni tetap bekerja dan menghidupi dirinya sendiri. Meskipun sudah berusia lanjut, Semangat ini hingga saat ini masih terus dipegang oleh Mbah Suparni. Mbah Suparni justru bersemangat untuk terus bekerja demi kedua anaknya. Tak mendapatkan nafkah dari suami dan harus membesarkan dua orang anak tak membuat Mbah Suparni putus asa.

Saya cuma ingin membesarkan anak dan mengurusnya," ucap Mbah Suparni. Pernah ada orang lain yang mengajak menikah tapi saya tolak. "Cerai itu hanya untuk orang yang ditinggal mati.

Bagi Mbah Suparni, tinggal sendirian di gubuk lebih nyaman di bandingkan harus tinggal menumpang di rumah anak dan cucu. Meskipun hanya ditemani radio tua, tetapi Mbah Suparni merasa lebih tenang tinggal sendirian.

akhirnya Karto memilih untuk menikah lagi dan tak pernah kembali ke Kulonprogo. Sejak merantau ke Metro, Lampung. Mbah Suparni sejak tahun 1965 sudah terbiasa berjuang sendirian untuk membesarkan kedua anaknya paska ditinggal merantau oleh Karto Pawiro ke Metro, Kesendirian bagi Mbah Suparni bukanlah hal yang baru.

Kamis (6/7). Lha tinggal di gubuk sendirian aku ya tidak pernah sakit kok," ucap Mbah Suparni dalam bahasa Jawa, "Lebih nyaman tinggal di gubuk sendirian daripada merepotkan anak cucu.

tetapi Mbah Suparni merasa lebih tenang tinggal sendirian. Meskipun hanya ditemani radio tua, tinggal sendirian di gubuk lebih nyaman di bandingkan harus tinggal menumpang di rumah anak dan cucu. Bagi Mbah Suparni,

Nenek empat cucu dan enam cicit ini lebih memilih tinggal di gubuk kayu berdinding bambu dengan ukuran 3x3 meter sendirian dibandingkan harus merepotkan anak dan cucunya. Mbah Suparni yang memiliki dua anak bernama Tukiyem dan Tukino ini tak mau tinggal serumah dengan anak maupun cucunya. Bahkan,

Mbah Suparni juga masih membuat tali tampar dari bahan pandan untuk menyambung hidupnya. Mbah Suparni masih bekerja menjual jamu dan kain keliling desa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, DIY merupakan sosok yang mandiri dan tak menggantungkan diri pada anak maupun cucu. Kulonprogo, Kecamatan Nanggulan, Kelurahan Tegaltirto, perempuan berusia 117 tahun warga Padukuhan Sandang, Mbah Suparni,


Source: Merdeka.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.