JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono mengatakan, halte layang Transjakarta koridor 13 Ciledug-Tendean akan dilengkapi lift dan eskalator. Sehingga masyarakat tidak kesulitan menaiki bus melalui halte layang tersebut.
Untuk penyandang disabilitas, Budi mengatakan, layanan Transjakarta Cares bisa dioptimalkan di koridor tersebut.
"Kami akan pasang eskalator, kami juga akan pasang lift di situ dan jangan lupa untuk kaum difable ini kita punya Transjakarta Cares yang bisa kita aktifkan di situ," ujar Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (5/1/2017).
Halte Transjakarta ini tengah menjadi sorotan karena desain halte yang terlalu tinggi. Tangganya juga curam sehingga tidak ramah untuk penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.
Budi mengatakan, rencananya ada 12 halte di koridor tersebut. Tidak semua halte di koridor 13 memiliki desain yang tinggi.
Di samping masalah desain halte yang tinggi, Budi menyampaikan manfaat koridor 13. Dia mengatakan halte ini memiliki peran penting sebagai penghubung warga luar daerah ke Jakarta.
"Jadi nanti teman-teman bisa bayangin, dari luar dari Ciledug itu bisa mencapai tengah Jakarta dalam waktu 30 menit, itu kan sesuatu hal yang gak mungkin ada sebelumnya," ujar Budi.
Halte Transjakarta nanti akan berdekatan dengan stasiun MRT Sisingamangaraja. Jalan layang Ciledug-Kapten Pierre Tendean dibangun sepanjang 9,3 kilometer.
Jalan yang direncanakan khusus untuk jalur Transjakarta itu membentang dari Ciledug melalui Kebayoran Lama, Trunojoyo, hingga Tendean.
Penulis: Jessi CarinaEditor: Ana Shofiana Syatiri
Source: Kompas.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.