8. Jangan memaksa orang lain untuk travelling
Kamu sudah mencoba hal-hal di atas tapi sepertinya masih banyak yang nyinyir. Ya sudah, mungkin memang kamu tidak perlu menghiraukan mereka. Mereka yang akan susah sendiri dengan keiriannya.
Mereka mungkin berpikir kalau kamu hanya menyombongkan kekayaanmu, padahal bisa saja kamu jalan-jalan dengan budget minim.
Kamu harus berpikir lagi. Apakah kamu jalan-jalan untuk dirimu sendiri atau untuk mereka? Travelling lah jika itu membuat kamu bahagia, bukan untuk membuat mereka iri pada “pencapaian” mu tersebut.
Jalan-jalan bukanlah kompetisi. Memangnya kenapa kalau tetanggamu jalan-jalan mewah ke Amerika? Kamu harus jalan-jalan sesuai dengan kesukaan dan kemampuanmu, agar setelah pulang nanti, kamu bisa mengingat perjalanan tersebut sebagai sesuatu yang berarti.
1. Mereka mungkin bukan orang yang tepat untuk diceritakan
Asiknya perjalananmu tidak bergantung pada respons orang lain. Serunya travelling kamu tidak terpengaruh dari banyaknya likes di foto Instagram.
Kamu harus menjadi orang yang lebih sensitif dengan orang-orang di sekitar sebelum menceritakan betapa serunya perjalananmu.
2. Tanyakan pada dirimu sendiri
Jika tidak ingin orang lain iri padamu, kamu juga tidak perlu iri dengan jalan-jalan yang dilakukan orang lain.
Ketika kamu memberikan sesuatu, jangan mengharapkan balasan. Hal ini juga berlaku saat berbagi pengalaman soal travelling. Jangan berharap seseorang bilang “Wow! Kamu backpacker terbaik di dunia!” Dan jangan terlalu sedih jika posting-an di Instagram tidak mendapatkan likes yang banyak.
Kamu sangat suka travelling dan kamu ingin orang lain juga merasakan pengalaman yang kamu rasakan. Lalu kamu mengatakan pada mereka: “Jangan kerja terus, jalan-jalan dong!”
9. Kalau suka menulis, kamu bisa membuat blog
Kamu perlu ingat, setiap orang punya prioritas di hidupnya masing-masing. Setiap orang juga punya hobi dan kesukaan yang berbeda. Kamu tidak perlu memaksakan setiap orang untuk suka jalan-jalan seperti kamu. Mungkin mereka memiliki prioritas atau cara lain untuk menikmati hidup.
Mungkin mereka adalah orang-orang yang iri dengan pengalaman travelling kita. Tapi bukan salah mereka, mungkin ada yang salah dengan yang kita lakukan.
Source: Rappler.com
Berikut beberapa tips agar kamu bisa berbagi cerita jalan-jalan kamu dengan gembira dan tanpa tatapan iri dari orang-orang:
Iri tidak akan membuat kamu bahagia. Iri cuma akan membuat kamu stress dan pusing sendiri. Jika kamu iri, yang tersiksa cuma kamu.
Selain bermanfaat untuk kamu menyalurkan keinginan bercerita, kamu juga bisa membantu orang lain yang sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang pernah kamu kunjungi.
Oke, temanmu cukup tertarik. Mereka suka mendengarkan cerita perjalananmu dan bahkan meminta tips. Namun tiba-tiba wajah mereka menunjukan ketidaksukaannya.
6. Travelling lah untuk membuat kamu bahagia, bukan mereka
Mengapa sepertinya publik kurang tertarik dengan cerita kita? Bahkan, tak jarang mereka justru memberikan tatapan yang kurang menyenangkan.
JAKARTA, Indonesia - Kamu baru saja pulang dari perjalanan yang sangat menyenangkan dan biasanya langsung ingin berbagi kisah dengan orang-orang terdekat. Tetapi, tiga menit kemudian kamu justru merasa ada suasana yang kurang nyaman.
Berlebihan itu tidak baik. Hal seperti, “Kalian tahu enggak, di sana romantis banget. Gue sama pacar gue bener-bener sweet banget, dunia terasa milik berdua…” Ini mungkin terdengar seru, tapi tidak realistis. Beberapa orang mungkin tahu itu tidak mungkin dan merasa kamu berbohong.
Jalan-jalan akan menjadi asik ketika kamu menikmatinya tanpa harus berpikir tentang respons orang lain.
5. Jangan suka iri
Jika kamu ingin menceritakan seluruh pengalaman jalan-jalan kamu, dan kebetulan kamu suka menulis, membuat blog bisa menjadi hobi baru untuk kamu.
Jadi cobalah bercerita apa adanya, dengan gembira tapi tidak perlu berlebihan.
7. Terkadang kamu tidak perlu menghiraukan mereka (tapi tidak perlu update sosial media tiap detik juga)
Namun kamu harus sadar, setiap orang bisa punya masalah masing-masing. Jadi kamu harus tahu waktu kapan yang tepat untuk bercerita
4. Jangan tertekan dengan respon yang kurang baik
Orang-orang yang mudah iri mungkin memang bukan orang yang tepat untuk mendengar pengalamanmu, terutama jika dia bukan teman dekatmu. Bahkan jika mereka sahabat atau keluargamu, belum tentu mereka akan senang mendengar kisah jalan-jalan kamu.
Untuk permulaan, kamu bisa mengawali dengan membuat notes di Facebook. Mudah kan?
3. Jangan melebih-lebihkan
Tanyakan pada dirimu sendiri mengapa mereka seperti itu? Mungkin kamu berhutang pada mereka untuk jalan-jalan? Atau mungkin sebenarnya keluarga dan temanmu butuh bantuan finansial?
—Rappler.com
Tapi ingat, kamu perlu juga membatasi kebiasaan untuk posting terlalu banyak foto di sosial media agar kamu tidak terkesan sombong.
Lalu siapa yang bisa kamu ceritakan? Mudah sekali. Kamu bisa berbagi cerita dengan seseorang yang juga punya minat travelling. Selain ke sesama traveller, kamu juga boleh berbagi cerita jalan-jalan ke sahabat atau keluarga yang memang sudah lama kenal kamu dan tahu bagaimana kamu bersusah payah untuk bisa mewujudkan perjalanan impianmu.
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.