Siapa dulu yang kepikiran bisa 'membawa' musisi favoritnya ke mana-mana? Ide gila itu mungkin cikal bakal kalian bisa mendengarkan musik di mana saja. Salah satu hal penting dalam perkembangan musik adalah media penyimpanan atau storage.
Sejak abad 20, media penyimpanan berevolusi dengan sangat cepat. Media penyimpanan musik ini awalnya kelihatan, namun lama-kelamaan penyimpanan musik jadi benda 'gaib' lho karena kita gak bisa lagi menyentuhnya. Yuk simak perjalan penyimpanan audio dari masa ke masa berikut ini.
Piano roll menjadi media pertama untuk penyimpanan lagu. Terbuat dari kertas yang di lubangi pada bagian-bagian tertentu, gulungan ini diputar di piano dengan sistem pembaca khusus yang bernama 'tracker bar'. Secara otomatis, piano itu akan memainkan lagu sendiri. Bank penyimpanan musik berupa Piano Roll ini ditemukan jauh pada tahun 1896. Itu lho Piano Roll, kertas yang ada di tengah-tengah gambar.
Setelah perang dunia ke dua, tepatnya pada 1950 satu media penyimpanan musik baru muncul. Bentuknya datar seperti cakram dan berwarna hitam. Kita biasa menyebutnya dengan piringan hitam. Ketika dimainkan media penyimpanan ini dimainkan mulai pinggir dan berakhir di pusat cakram. Umumnya vinyl dikategorikan lewat diameternya.
Pada tahun 1964 di Hanover Jerman, produksi masal kaset dimulai. Media penyimpanan yang intinya pada gulungan pita hitam ini mulai diluncurkan di Eropa pada akhir tahun 1965. Di Amerika, kaset dikenalkan pada bulan Juli 1966. Mungkin penggunaannya di Indonesia sendiri masih ramai sebelum MP3 player menjadi barang pasaran.
CD bisa jadi dikatakan reinkarnasi dari piringan hitam. Bentuknya lebih kecil dan mudah dibawa daripada vinyl. Media penyimpanan musik ini pertama kali dirilis pada 2 Maret 1983 di Amerika. Hari itu bisa dibilang sebagai revolusi dalam audio digital.
Memasuki tahun milenia 2001, media penyimpanan musik seperti iPod menjadi hal yang baru untuk dunia. Namun sebelum itu, format audio dalam MP3 sudah ditemukan ada sejak tahun 1993.
Ini dia nih media penyimpanan yang 'gaib' itu. Gak perlu benda fisik lagi menyimpan musik kita. Lewat media-media seperti Joox, iTunes, Apple Music, Spotify, Deezer dan kawan-kawan, kita bisa membuat sendiri playlist favorit kita hanya lewat streaming saja. Gimana cukup mindblowing juga ya perjalanan dari temuan manusia di bidang ini?
Source: Kapanlagi.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.