News - Pemprov DKI Selidiki Indikasi Kecurangan Perekrutan PHL

Jannet 20.41
Pemprov DKI Selidiki Indikasi Kecurangan Perekrutan PHL
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menerima aduan pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur atau pasukan oranye, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Soni, sapaan Sumarsono, mengatakan, telah memerintahkan Kepala Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji untuk memeriksa seluruh pejabat yang terlibat dalam perekrutan PHL.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mencontohkan adanya jual beli jabatan di pemerintah Klaten. Budaya jual beli jabatan atau sogok-menyogok itulah yang harus diberantas.

Saat mereka diberhentikan, ada penerimaan 200 PHL baru. Soni mencurigai adanya indikasi sogok-menyogok dalam rekrutmen PHL.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono sedang menyelidiki indikasi kecurangan perekrutan pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemprov DKI.

Soni menjelaskan, dari laporan awal, Isnawa menyebutkan tidak ada kecurangan dalam perekrutan PHL. Namun, jika ditemukan, Soni akan melakukan pemecatan terhadap oknum pejabat tersebut.

Pada Rabu kemarin, sejumlah PHL atau dikenal dengan sebutan pasukan oranye dari Kecamatan Jatinegara mendatangi Soni di Balai Kota Jakarta. Mereka mengeluhkan pemberhentian secara mendadak, padahal mereka sudah bekerja lama.

"Akan saya cek. Kata Pak kadis (IsnawaAdji) tidak ada permainan, tapi kalau ada, dia akan turun ke bawah dan pecat semua yang bermain," ujar Soni di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Jakarta Timur, Jumat (13/1/2017).

"Makanya saya lagi cari informasi valid mengenai hal itu, karena ini kan masih indikasi-indikasi, katanya-katanya. Kalau dari awal sudah tidak fair, apalagi dalam pelaksanaannya lebih tidak fair," kata Soni di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Source: Kompas.com

Editor: Ana Shofiana Syatiri

Penulis: David Oliver Purba

Soni juga masih menunggu kejelasan kontrak 27 PHL yang sempat mengadu kepada Soni lantaran tidak diperpanjang kontraknya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.