Lebih lanjut, menurut Gatot, selain pemulihan status tujuh klub ini, ada sejumlah agenda yang harus dilaksanakan PSSI. Hal ini terkait dengan pemenuhan janji PSSI untuk membenahi tata kelola sepakbola.
Source: Merdeka.com
Menurut Gatot, pengakuan dan pemulihan terhadap status tujuh klub ini merupakan langkah positif dari kepengurusan PSSI saat ini. Menurutnya, sudah ada upaya dari PSSI beranjak ke arah perbaikan tata kelola sepakbola, seperti dikehendaki pemerintah.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyambut gembira pemulihan status keanggotaan tujuh klub yang selama ini eksistensinya dimatikan PSSI. Mereka menilai ini sejalan dengan keinginan Kemenpora, yang selalu didengungkan sebelumnya.
Sebelumnya, klub-klub AKSI, yaitu: Persebaya, Arema Indonesia, Lampung FC, Persipasi Bekasi, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang mendapat pengampunan sekaligus dipulihkan status keanggotaannya oleh PSSI dalam kongres tahunan PSSI 2017. Namun, dari tujuh klub tersebut, hanya Persebaya yang ditempatkan di Divisi Utama, sementara enam klub lain hanya ditempatkan di Liga Nusantara.
"Usia dini bagus untuk dilakukan dengan intensif. Selain itu, supoter harus lebih diajak berbicara mengenai hak dan kewajibannya," papar Gatot.
"Tentu saja Kemenpora sangat senang dengan adanya pemulihan status ini," ujar Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, pada Bola.net.
"Bahwasanya belum memuaskan, masih bisa dimaklumi. Namun, nuansa ke arah pembenahan itu ada," tuturnya.
"Ke depannya, seperti janji Ketua Umum PSSI, juga tidak ada lagi match fixing. Selain itu juga adanya transparansi dan akuntabilitas keuangan," ia menandaskan. (den/pra)
"Ini sesuai dengan harapan Menpora, Imam Nahrawi, pada pidato pembukaan Kongres," sambungnya.
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.