Biz&Tech : Papua dan Maluku Melejit BPS Catat Ekonomi Bali Merosot,

Jannet 11.48
BPS Catat Ekonomi Bali Merosot, Papua dan Maluku Melejit
Tambang KATADATA

membaik dari 4,88 persen pada 2015. Adapun pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,02 persen pada 2016 lalu, Kontribusi Jawa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih dominan yaitu 58,49 persen. pertumbuhan ekonomi Jawa tercatat naik tipis menjadi 5,59 persen dari tahun sebelumnya 5,45 persen. Sementara itu,

Pencapaian tersebut lebih baik dibanding Januari-November 2015 yang hanya 8,8 juta kunjungan atau naik 3,23 persen.  BPS mencatat kunjungan turis asing sepanjang Januari-November 2016 mencapai 10,41 juta atau naik 10,46 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

sektor pariwisata yang menjadi unggulan daerah tersebut semestinya makin menggeliat seiring dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun lalu. Padahal, namun berbalik merosot menjadi 5,89 persen pada 2016. Perekonomian daerah tersebut mampu tumbuh 10,29 persen pada 2015, pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara juga mengalami penurunan. Tak hanya Sulawesi,

kawasan ini melakukan diversifikasi ke produksi coklat. Sebab, meski harga komoditas jatuh. Sulawesi biasanya menjadi salah satu wilayah yang tumbuh positif, menurut Suhariyanto, Padahal, Daerah penghasil kakao dan tambang ini justru mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 7,42 persen dari tahun sebelumnya 8,18 persen. Kondisi berbeda dialami Sulawesi.

BPS Catat Ekonomi Bali Merosot, Papua dan Maluku Melejit

Adapun kontribusi Kalimantan terhadap perekonomian nasional sebesar 7,85 persen.  melebihi tahun sebelumnya 1,31 persen. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan juga tercatat membaik ke level 2,01 persen,

kontribusi Maluku dan Papua baru 2,46 persen. Di sisi lain, kenaikan pertumbuhan di Sumatera berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional lantaran kontribusinya mencapai 22,03 persen. Meski level pertumbuhan tak setinggi Maluku dan Papua, Daerah penghasil komoditas lainnya yaitu Sumatera juga mengalami kenaikan pertumbuhan menjadi 4,29 persen dari tahun sebelumnya 3,54 persen.

Senin (6/2) kemarin. Jakarta, sehingga juga mendorong ekspor dari wilayah timur,” kata Kepala BPs Suhariyanto di kantornya, “Di wilayah timur (perekonomian) terdorong oleh kenaikan harga komoditas, melebihi tahun sebelumnya yang sebesar 6,62 persen. Ekonomi Maluku dan Papua tumbuh 7,45 persen sepanjang 2016,

saat Bali dan Nusa Tenggara justru merosot. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Papua dan Maluku tumbuh paling tinggi sepanjang 2016 lalu, Pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah lumbung komoditas kembali terdongkrak seiring kebangkitan harga komoditas.


Source: Katadata

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.