Harusnya, orang tua yang membesarkan kita tuh ada dua. Ada bokap, ada nyokap. Tapi faktanya, nggak semua dari kita dibesarkan oleh dua orang tua. Ada yang dibesarkan cuma sama nyokap atau cuma sama bokap! Fuiiih…. apa kamu seorang anak dengan single parent? Mau tau cara tetap bahagia dan melengkapi yang hilang? Cek di bawah ini:
1. Cari Orang Tua Pengganti
Ngeliat bokap atau nyokap nikah lagi, itu nggak mudah. Walau separuh hati kita berusaha memahami bahwa bokap atau nyokap juga butuh pendamping hidup yang baru, tapi separuh hati kita yang pasti belum rela kalo tempat yang kosong itu diisi oleh orang lain.
Nah, daripada batin kian tersiksa, mending cari figur yang kira-kira bisa menggantikan posisi bokap atau nyokap, tanpa bokap atau nyokap perlu menikah lagi. Misalnya: kakek, nenek, om, tante, atau malah orang lain yang kita segani. Kayak orang tua sobat atau salah satu guru.
2. Perbanyak Teman
Teman yang kita miliki harus lebih banyak jumlahnya dibandingkan teman yang dimiliki oleh teman-teman kita. Soalnya, makin banyak teman, kemungkinan kesepian makin sedikit. Cuma aja tetap harus dipilih-pilih. Jangan sampe dapat teman yang salah!
3. Jangan Menjauh
Ini "penyakit" yang paling sering menghinggapi anak yang dibesarkan oleh single parent. Gara-gara minder, gara-gara takut dicap anak broken home, gara-gara ogah dikasihani…. Alhasil, dengan tetangga dan kerabat jadi jaga jarak alias menjauh. Padahal, kalo kita menjauh sikonnya justru akan makin buruk. Segala perasaan yang coba kita redam dengan cara menjauh itu malah akan lebih tinggi intensitasnya.
Source: hai-online.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.