™ Kasus Bom Thamrin hingga Penusukan Polisi di Masjid Falatehan Teroris Pengguna Telegram,

Jannet 21.21
Teroris Pengguna Telegram, Kasus Bom Thamrin hingga Penusukan Polisi di Masjid Falatehan
Telegram Messenger

Editor: Sabrina Asril

Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita 

ia bersikeras menjunjung tinggi faktor keamanan privasi yang memang sudah lekat dan menjadi ciri khas Telegram semenjak dirilis empat tahun lalu. Namun, menyadari bahwa ada aktivitas grup teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Telegram. pendiri sekaligus CEO layanan pesan Instan Telegram, Pavel Durov,

atau diatur agar terhapus secara otomatis. Isi percakapan bisa dihapus kapan pun, yakni perangkat pengirim yang menginisiasi percakapan dan perangkat penerima. Pesan Secret Chat hanya bisa diakses melalui dua perangkat,

dan secret chat. private message, Ada juga groups, dengan cara broadcast konten. Karena itu pula,channels sering digunakan oleh teroris sebagai sarana untuk menyebar propaganda,

Channels di Telegram bersifat terbuka untuk publik dan bebas diikuti oleh pengguna lain (follower). kecuali oleh pengirim dan penerima. Telegram memiliki fitur enkripsi end-to-end yang mencegah pesan dicegat dan dibaca,

dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. disturbing images, cara melakukan penyerangan, ajakan atau cara merakit bom, paham kebencian, terorisme, Kementerian Komunikasi dan Informatika memerintahkan pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia karena ditemukan banyak kanal yang bermuatan propaganda radikalisme,

kelompok teroris itu menggunakan aplikasi tersebut saat tahap persiapan serangan teroris. FSB menyebut,

menggunakan aplikasi itu untuk berkomunikasi. Rusia, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menyebut ll orang-orang yang berada di belakang aksi pengeboman di stasiun metro Saint Petersburg, Telegram juga kerap digunakan teroris di luar negeri. Tak hanya di Indonesia,

Kita juga ingin liat dampaknya," kata Tito. "Nanti kita lihat apakah jaringan teror gunakan saluran komunikasi lain.

pemblokiran Telegram merupakan salah satu solusi untuk memangkas saluran komunikasi kelompok teroris di Indonesia. Ia menganggap, telah membahas hal tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. kata Tito, Polri,

Artinya sulit dideteksi," kata Tito. Di antaranya mampu memuat sampai 10.000 member dan dienkripsi. "Selama ini fitur telegram banyak keunggulan.

Tito mengakui bahwa aplikasi tersebut menjadi favorit kelompok teroris karena melindungi privasi penggunanya.

dan Khilafah Islamiyah. UKK, Ghuroba, Manjanik, Salah satunya dari grup media sosial dan aplikasi Telegram yang diberi nama, Pelaku berinisial GOH diketahui mendapat pemahaman radikal melalui internet sejak 2015. Contoh lainnya yakni pengibar bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama.

Dari aplikasi itulah ia terpapar paham radikal dan mulai merencanakan penyerangan ke polisi. pelaku bernama Mulyadi diketahui bergabung dengan grup radikal di Telegram. dalam kasus penusukan polisi di Falatehan, Selain itu,

simpatisan ISIS asal Indonesia yang kini berada di Suriah. polisi menemukan adanya komunikasi langsung pelaku lewat Telegram dengan Bahrun Naim, Kasus di Kampung Melayu,

Minggu (16/7/2016). Jakarta Pusat, ternyata komunikasi yang mereka gunakan semuanya menggunakan Telegram," ujar Tito di Lapangan Monumen Nasional, terakhir di Falatehan, "Sampai bom Kampung Melayu,

Januari 2016 lalu. Jakarta Pusat, digunakan dalam kasus teror di kawasan MH Thamrin, Salah satunya,

Banyak teroris yang ditangkap mengakui bahwa komunikasi sesama anggota kelompok mereka dilakukan melalui aplikasi Telegram. penggunaan aplikasi Telegram oleh kelompok teroris di Indonesia bukan lagi hal yang mengejutkan. KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, JAKARTA,


Source: Kompas.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.